Home Minahasa Pemkab Batasi Aktivitas Pasar Tradisional di Minahasa

Pemkab Batasi Aktivitas Pasar Tradisional di Minahasa

80
0
SHARE
Pemkab Batasi Aktivitas Pasar Tradisional di Minahasa

Keterangan Gambar : Suasana pasar (foto: Istimewah)

MINAHASA, postkota.id - Social Distenching, adalan salah satu upaya pemerintah untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19, dengan maksud, masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah, dan menghindari tempat-tempat keramaian, dan kegiatan yang berpotensi terjadinya penularan virus tersebut.

Kali ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Minahasa memberlakukan pengurangan aktivitas jual beli di pasar tradisional yang ada di Kabupaten Minahasa. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Minahasa, Melalui Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Daerah, Maya Kainde SH, MAP, Senin (23/03) 2020.

"Pemerintah sudah menerapkan pengurangan aktivitas di pasar-pasar yang ada di minahasa. Tapi, tidak menutup pasar yang ada, namun sudah dibuat jadwal oleh dinas terkait untuk pengoprasian pasar," ujarnya.

Adapun aktivitas pasar di Minahasa di atur sebagai berikut:

1. Pasar Tondano buka Rabu dan Sabtu
2. Pasar Sonder buka Selasa dan Jumat
3. Pasar Kawangkoan buka Kamis dan Sabtu
4. Pasar Langowan buka Selasa dan Sabtu
5. Pasar Tompaso buka Rabu
6. Pasar Remboken buka Kamis dan Sabtu
7. Pasar Tomabariri buka Rabu dan Sabtu
8. Pasar Kakas buka Jumat

Dengan Catatan:

1. Setiap memasuki pasar wajib memeriksa suhu badan di pos kesehatan yang sudah disiapkan
2. Masuk dan keluar pasar mencuci tangan di tempat yang sudah disiapkan
3. Usahakan tidak melakukan kontak fisik dengan orang lain
4. Jangan berdesak desakan, jaga jarak
5. Kalo sakit berain, batuk, flu pakai masker.

"Kami berharap, masyarakat dapat bekerjasama dengan pemerintah untuk memutus rantai penyebaran virus ini," kata Kainde. (varly pantow)