Home Minahasa Prihatin Meningkatnya Tindakan Kriminal di Kalangan Anak

Prihatin Meningkatnya Tindakan Kriminal di Kalangan Anak

151
0
SHARE
Prihatin Meningkatnya Tindakan Kriminal di Kalangan Anak

Keterangan Gambar : foto/caption : Irma Angriani Gloria Angkow, Duta Perlindungan Anak Sulut, Miss Face 2019

postkota.id - Banyaknya kasus kekerasan dan tindakan kriminal yang melibatkan anak dibawah umur mendapat perhatian dari banyak kalangan. Salah satunya dari kalangan pemerhati anak.

Irma Angriani Gloria Angkow, sebagai Duta Perlindungan Anak Sulawesi Utara (Sulut) Jumat, (14/02) 2020 melalui via Media sosial mengatakan prihatin dengan banyaknya kasus kriminal yang melibatkan anak-anak yang sangat merugikan itu, dan sebagai duta perlindungan anak wajib menangani hal tersebut.

"Kasus kriminalitas saat ini, sudah tidak mengenal usia baik dari pihak tersangka maupun korbannya. kekerasan fisik, seksualitas, kenakalan anak-anak di bawah umur saat ini sangat memprihatinkan tentunya susah untuk dikontrol," ujarnya.

Wanita yang Bergelar Miss Face 2019  juga menyebutkan, di zaman saat ini anak dibawah umur sudah tidak mengenal rasa takut saat melakukan tindakan kriminal.

"Disaat ini di berbagai media, sepertinya sudah tidak punya rasa takut dengan hukuman pidana yang akan menjerat mereka, ketika mereka menjadi seorang pelaku. Masalah hukum sepertinya menjadi hal yang sepeleh buat mereka.," katanya

Lebih lanjut, kurangnya pengawasan dari orang tua, dan pemahaman yang salah dalam lingkungan pergaulan menjadi faktor awal terjadinya tindakan kejahatan

"Dampak yang di temui dalam kasus kriminalitas pada anak, bisa seperti Trauma Fisik & Mental baik Korban maupun Tersangka itu sendiri. Tentunya, kita tidak perlu menutup mata dan telinga kita akan kasus seperti ini. Kitalah sebagai kerabat, orangtua, orang-orang yang peka akan dunia mereka ini, dan kita bisa mengambil bagian dan membantu melindungi hak-hak anak-anak ini, siapapun mereka, kasus apapun itu, korban maupun tersangka di bawah umur, butuh perlindungan, edukasi, dan trauma healing yang adalah hak semua anak-anak di seantero dunia ini," Beber wanita yang biasa disapa Irma. (varly pantow)