Home Minahasa Warga Desa Tonsewer Selatan Tolak Pengeboran Panas Bumi Oleh PGE

Warga Desa Tonsewer Selatan Tolak Pengeboran Panas Bumi Oleh PGE

1,953
0
SHARE
Warga Desa Tonsewer Selatan Tolak Pengeboran Panas Bumi Oleh PGE

Keterangan Gambar : warga saat melakukan protes pada pihak PGE dan Pemerintah

MINAHASA, postkota.id - Proyek pengambangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP)  dengan melaksanakan pemboran Panas Bumi oleh Pertamina Geotermal Energi (PGE) Lahendong yang direncanakan akan dibuat di Wilayah Perkebunan Desa Tonsewer kecamatan Tompaso Barat, menuai penolakan dari warga desa tersebut.

Menurut warga proyek pemboran tersebut akan mempengaruhi mata air yang menjadi kebutuhan masyarakat, dan juga berdampak pada lingkungan sekitar.

menanggapi penolakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Minahasa Melalui Pemerintah Kecamatan Tompaso Barat, melaksanakan sosialisasi terkait pelaksanaan proyek tersebut, dan mengundang pihak PGE dan masyarakat Desa Tonsewer Selatan, Rabu (12/9) 2018 di Balai Pertemuan Desa Tonsewer.

Dalam pelaksanaan sosialisasi tersebut berjalan cukup panas dikarenakan pihak PGE dan Masyarakat saling adu argumen.

Sonny Rori salah satu masyarakat mengatakan pengadaan proyek tersebut akan berdampak pada lingkungan dan mata air yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat akan hilang.

"Kami masyarakat menolak pelaksanaan pengeboran karena berdampak pada lingkungan sekitar. Apalagi dalam pembelian lahan oleh pihak PGE tidak melalui sosialisasi dan koordinasi kepada masyarakat," ujarnya.

Di tempat yang sama, Nefke Suoth juga warga yang sama mengatakan, lingkunagan yang sudah dijaga di wilayah desa tersebut akan menjadi rusak jika dilakukan proyek tersebut.

"Lingkungan yang sudah dijaga selama bertahun-tahun akan rusak jika proyek itu sudah berjalan. bahkan tanah di wilaya desa ksmi dan sekitarnya akan tercemar oleh limbah. tentunya jika itu tercemar, baik air dan lingkungan, apa pihak PGE akan bertanggunjawab," tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Dimas, selaku Humas PGE, mengatakan keyakinannya bahwa apa yang dipikirkan oleh masyarakat itu salah.

"Saya yakin bahwa dalam pelaksaanaan pengeboran sumur Geotermal tidak akan mempengaruhi air dan lingkungan, karena ino sudah melalui proses penelitian. dan jika itu terjadi, Pihak PGE akan bertanggungjawab," imbuhnya.

Dalam pelaksanaan kegiatan itu diakhiri oleh penyampaian pihak pemerintah yakni Camat Tompaso Barat, Stevry Pandey ST MAP.

"Selaku pemerinyah tentunya menyampaikan kepada masyarakat agar menjaga ketertiban, dan harus menghadapi dengan kepalah dingin. agar permasalahan ini bisa selesai,"katanya.

Sampai selesai kegiatan tersebut, antara pihak PGE dan Masyarakat belum mencapai titik temu. Bahkan masyarakat tetap pada pendirian mereka yakni menolak pelaksanaan proyek itu di wilayah Desa Tonsewer. (varly pantow)